Realisasikan DD Tahap II, Desa Kotabangun Ilir Bangun Irigasi Pembuangan Air

Realisasikan DD Tahap II, Desa Kotabangun Ilir Bangun Irigasi Pembuangan Air


KOTABANGUN -- Desa Kotabangun Ilir, Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara sudah mulai merealisasikan kucuran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2018. Salah satunya direalisasikan untuk pembangunan irigasi pembuangan air di lahan pertanian masyarakat.

"Ini untuk memudahkan petani agar langsung bisa bercocok tanam setelah banjir. Mengingat sebelumnya banjir sering menjadi kendala petani mengembangkan usaha pertaniannya karena air luapan Sungai Mahakam yang naik tidak bisa turun dengan lancar kembali ke sungai saat sudah surut," ujar Kepala Desa Kotabangun Ilir, Jasri saat mendampingi jajaran DPMPD Kaltim monitoring, evaluasi, dan supervisi DD di wilayah Kutai Kartanegara, Selasa (10/7).

Kondisi tersebut menghambat petani bercocok tanam sesuai target perencanaan musim tanam yang ditetapkan. Karenanya masyarakat mengusulkan pembangunan irigasi pembuangan air dimaksud melalui program pembangunan desa menggunakan DD.

Kegiatan sudah beberapa tahun dianggarkan tapi baru tahun ini direalisasikan. Dulu karena banjir terus sehingga anggaran yang sudah dialokasikan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) anggaran pembangunan.

Sekarang begitu dianggarkan, kondisi alam mendukung dan anggaran sudah turun sehingga langsung segera direalisasikan. "Makanya pengerjaan ditarget harus tuntas selama satu bulan kedepan. Sebab mulai September ke atas curah hujan biasanya tinggi dan air sungai naik. Pekerjaan tidak akan bisa dilaksanakan jika banjir," katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan menggunalan DD tahap II senilai sekitar Rp 202.000.000 dengan pola padat karya tunai. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaksana kegiatan.

Diharap membantu meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya petani karena kegiatan dilaksanakan untuk membantu petani mengembankan usaha pertaniannnya, yakni memudahkan melaksanakan perencanan musim tanamanya tanpa takut tergangu banjir.(DPMPD Kaltim/arf)

 




Berita Terkait