Tidak Ingin Sekedar Laporan, Bunda Nunung Ingin Lihat Langsung Pelaksanaan PKT

Tidak Ingin Sekedar Laporan, Bunda Nunung Ingin Lihat Langsung Pelaksanaan PKT


PENAJAM -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim kembali turun lapangan melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi penyaluran Dana Desa (DD) di berbagai wilayah di Kaltim. Setelah sebelumnya ke beberapa desa di tiga kecamatan se Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kali ini jajaran DPMPD mengunjungi beberapa desa di 4 kecamatan se Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Bedanya kalau kemarin ke Kukar kita melihat progres penyaluran beserta berbagai permasalahannya, sekarang kita fokus ingin melihat pelaksanaan pembangunan desa dengan pola padat karya tunai (PKT)," ujar Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan, Riani Tisnadewi selaku pimpinan rombongan didampingi Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat, SDA, dan Teknologi Tepat Guna, Rusniati, saat berkunjung ke Kantor DPMPD PPU, di Penajam, Rabu (18/7).

Kedatangan dengan rombongan diakui lebih pada untuk meninjau pelaksanaan pembangunan dengan pola PKT dimaksud. Apakah benar dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaksana pembangunan.

Ia berharap benar-benar dilaksanakan dengan padat karya dan saling bergotong royong untuk membangun daerahnya masing-masing. Meskipun informasinya pelaksanaan pembangunan desa di PPU dilaksanakan kolaborasi dengan UPT Pekerjaan Umum yang ada di kecamatan-kecamatan.

"Yang jelas lebih pada pengayaan informasi. Ini kabupaten kedua yang kita kunjungi. Kita ingin melihat bagaimana pelaksanaannya. Ketika ada yang tidak sesuai akan kita evaluasi," tegasnya.

Seperti halnya terkait informasi pelaksanaan pembangunan desa dikombinasikan antara masyrakat dengan UPT Pekerjaan Umum, menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian. Sebab ketentuan pelaksanaan pembangunan desa dilaksanakan dengan pola PKT melibatkan masyarakat sebagai pekerja kegiatan bukan dikerjakan kontraktor atau dinas.

Karenanya ia berharap peran pendampingan dioptimalkan. Tenaga pendamping profesional diharap memberi masukan terkait penyaluran DD sesuai ketentuan prioritas penggunaannya yang diamanatkan Pemendes No 19/2017 tentang prioritas penggunaan DD tahun 2018.

Harapannya penyaluran DD tepat sasaran dan tidak bertentangan ketentuan yang mengakibatkan masalah atau pelanggaran dikemudian hari. "Makanya manfaatkan keberadaan tenaga pendamping. Peran mereka melakukan pendampingan dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tapi hanya disitu, bukan pengambil keputusan. Itu tetap kewenangan kepala desa," tukasnya.

Pun demikian Kepala DPMPD PPU, Dul Azis. Ia berharap penyaluran DD dilaksanakan sesuai ketentuan. 

"Semoga Bu Riani bisa memanfatkan kunjungan ini selain melihat pelaksanaannya apa sesuai ketentuan atau tidak juga sekaligus diharap memberi arahan agar semua proses penyuran DD berjalan baik," harapnya.

Lantas Camat Penajam, Pang Irawan menyebut alasannya mendorong desa melaksanakan pembangunan kolaborasi antara masayarakat dan UPT Pekerjaan Umum karena ingin menjaga kualitas pekerjaan pembangunan fisik agar sesuai standar.

Sebagai contoh pembangunan jalan, pembangunannya dilaksanakan UPT dan masyarakat berperan menyiapkan materialnya. "Ini untuk menjamin kualitasnya. Jangan sampai baru dibangun sudah rusak lagi. Tapi untuk pekerjaan lain sepeti bangunan tetap pakai tukang," kata dia.

Pada ksempatan itu, ia juga berharap dukungan peningkatan kapasitas kepala desa. Sebab ada beberapa kepala desa yang baru menjabat awal tahun 2018 belum mendapat pelatihan.

"Padahal latar belakang pendidikan beragam. Tentu akan mempengaruhi kualitas penyaluran DD. Sekalipun tenaga pendamping sudah maksimal melakukan pendampingan," katanya.

Kunjungan ke Kabupaten PPU sendiri dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama rombongan mengunjungi Desa Giri Purwa dan Desa Giri Mukti Kecamatan Penajam. Hari kedua dilanjutkan mengunjungi Desa Sumber Sari dan Desa Rawa Mulya Kecamata Babulu, kemudianDesa Sesulu dan Desa Bangun Mulyo Kecamatan Waru. 

Sedangkan hari ketika dilanjutkan mengunjungi Desa Tengin Baru, Desa Wonosari, Desa Semoi-semoi, Desa Argo Mulyo, dan Desa Binuang Kecamatan Sepaku. (DPMPD Kaltim/arf)

(Berita yang sama sebelumnya sudah terbit di website RRI Samarinda pertanggal 18 Juli 2018 dengan judul Tidak Ingin Sekedar Laporan, DPMPD Kaltim Ingin Lihat Langsung Pelaksanaan PKT)




Berita Terkait